Sejarah BNKP Pewarta

Sejarah Singkat


"Sejarah BNKP (Banua Niha Keriso Protestan) dimulai dengan masuknya Injil ke Nias tahun 1865 oleh misionaris Jerman, Ernst Ludwig Denninger, yang membawa pertumbuhan pesat Kristenisasi, hingga puncaknya pembentukan sinode pada tahun 1936 untuk mempersatukan jemaat Nias, yang kini menjadi gereja etnis Nias terbesar dan melayani di banyak kota besar Indonesia, serta menjadi anggota PGI sejak 1950."

Latar Belakang & Awal Mula


  1. Kedatangan Misionaris

    Injil pertama kali masuk Nias tahun 1865 melalui misionaris Jerman, Ernst Ludwig Denninger.

  2. Pembaptisan Pertama

    Pada tahun 1874, misionaris Jerman lainnya membaptis 25 orang Nias pertama, diikuti pembaptisan massal berikutnya.

  3. Perkembangan Pesat

    Hingga tahun 1914, Injil sudah menyebar luas, Alkitab dalam Bahasa Nias terbit (1913), dan banyak orang Nias menjadi Kristen.

Pembentukan Sinode BNKP (1936)


  1. Munculnya Ajaran Sesat

    Seiring perkembangan, muncul ajaran-ajaran sesat, sehingga timbul kesepakatan untuk membentuk organisasi gereja yang lebih terstruktur.

  2. Pendirian BNKP

    Pada 1936, dibentuklah organisasi Banua Niha Keriso Protestan (BNKP), yang berarti "Rumah Orang Kristen Protestan" (Banua = Kampung/Rumah, Niha = Orang Nias, Keriso = Kristen, Protestan), menjadi payung bagi jemaat Kristen Nias.

Perkembangan dan Perluasan

  1. BNKP menjadi gereja terbesar di Nias, mencakup 60% penduduk dan menyatukan masyarakat Nias secara etnis dan bahasa.

  2. Pelayanan BNKP meluas ke luar Nias, termasuk Medan, Padang, Pekanbaru, Batam, Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

  3. Keanggotaan PGI

    BNKP menjadi anggota Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) sejak 25 Mei 1950.

  4. Hari Yubelium BNKP

    Pelayanan: Aktif dalam pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan sosial, dengan 27 September sebagai Hari Yubelium BNKP